Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengganti th dengan [t] atau [s] dan mempertahankan [ju] terpisah, tanpa fusi; atau membaca setiap kata dengan bobot penuh.
Alasan: Bahasa Indonesia tidak memiliki th; substitusi alami adalah [t] atau [s]. Tidak ada aturan penggabungan konsonan akhir dengan glide di batas kata.
Perbaikan: th + y bergabung menjadi [tʃ] (seperti "ch" dalam "cha-cha" atau "tsu" dalam "tsunami"): [wɪˈtʃu]. Frasa lengkap: [ˈwʌtsˈʌpwɪˈtʃu]. Ingat "gotcha" sebagai mnemonik.