Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengucapkan t dan y dengan jelas dan terpisah, tanpa fusi menjadi [tʃ].
Alasan: Bahasa Indonesia mengucapkan setiap konsonan dan meluncur dengan jelas dan tidak memiliki sistem fusi antar kata.
Perbaikan: Fusikan t dan y menjadi satu bunyi [tʃ] — ch dalam "church". Ucapkan [ˈɡɒtʃə], itulah mengapa dieja "gotcha" dalam tulisan informal.