Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengganti [θ] dengan [t] ("tenkyu") atau [s], dan mengucapkan "you" dengan vokal penuh [ju], menghasilkan dua suku kata terpisah.
Alasan: Bahasa Indonesia tidak memiliki fonem [θ]. Substitusi natural adalah [t] karena kedua bunyi sama-sama tak bersuara dan terbentuk di area gigi. Selain itu, vokal Indonesia selalu diucapkan penuh dan jernih — konsep schwa (ə) yang mengaburkan vokal tidak umum.
Perbaikan: Letakkan ujung lidah di antara gigi atas dan bawah, hembuskan udara tanpa menggetarkan pita suara — itulah [θ]. Gabungkan "thank" dan "you" sebagai satu unit ritmis: [ˈθæŋkjə], dengan "you" mereduksi menjadi schwa.
Penutur Filipino
Kesalahan: Mengganti [θ] dengan [t] ("tank yu"), dan mempertahankan "you" penuh sebagai [ju].
Alasan: Filipino/Tagalog juga tidak memiliki [θ], dan pola substitusi ke [t] serta mempertahankan vokal penuh sangat mirip dengan Indonesia.
Perbaikan: Bunyi [θ] bukan hentian: tidak ada penutupan sempurna, hanya gesekan lidah-gigi. Latih "tank"/"thank" bergantian untuk merasakan perbedaannya.
Penutur bahasa Vietnam
Kesalahan: Mengganti [θ] dengan [t] atau [s], mempertahankan "you" penuh dengan nada jelas.
Alasan: Bahasa Vietnam adalah bahasa tonal — setiap suku kata membawa nada, sehingga reduksi vokal ke schwa terasa tidak alami.
Perbaikan: [θ] memerlukan lidah di antara gigi. "You" harus direduksi menjadi [jə], sangat pendek: [ˈθæŋkjə], dengan tekanan pada "thank".