Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengucapkan [t] akhir "can't" sepenuhnya dilepaskan dan "you" sebagai glide terpisah [ju], menciptakan tiga ketukan jelas: "cant — you — see" alih-alih dua ketukan fusi.
Alasan: Bahasa Indonesia memiliki ritme berbasis suku kata dan tidak ada proses fonologis di mana [t] dan [j] berikutnya bergabung menjadi afrikat tunggal.
Perbaikan: Gabungkan "can't" dan "you" menjadi satu suku kata fusi: [ˈkæntʃu] (ejaan santai "can'tcha"). Frasa lengkap di GA: [ˈkæntʃuˈsi]. Di RP ada perbedaan vokal: [ˈkɑːntʃuˈsiː]. Karena ini adalah seruan emosional, harus mengalir alami untuk berdampak.