Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengucapkan setiap kata dengan vokal penuh tanpa reduksi; "are" sebagai kata utuh.
Alasan: Bahasa Indonesia adalah syllable-timed dan tidak menerapkan flapping intervocalic; kata fungsi tidak dikurangi ke schwa.
Perbaikan: [t] dari "what" menjadi flap [ɾ], "are" hampir menjadi schwa [ɝ], "you" menjadi [jə], "up to" terhubung erat: [ˈwʌɾɝjəˈʌptu]. Latih sebagai satu kelompok pernapasan.