Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengucapkan [t] pada "later" sebagai konsonan penuh yang jelas (seperti [t] di "tas"), dan memisahkan "see" dan "you" menjadi dua suku kata terpisah.
Alasan: Bahasa Indonesia memiliki ritme berbasis suku kata dan tidak menerapkan flapping intervocalic. [t] di antara vokal tetap sebagai konsonan penuh, dan tidak ada glide linking antar kata.
Perbaikan: Ubah [t] di "later" menjadi tap alveolar cepat [ɾ] — sentuhan cepat ujung lidah pada alveolar ridge yang mirip dengan "r" pada "caro" dalam bahasa Spanyol: [ˈleɪɾɚ]. Gabungkan "see" dan "you" dengan glide [j]: [ˈsijuˈleɪɾɚ]. Pada RP Inggris tidak ada flap: [ˈsiːjuˈleɪtə].