Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengucapkan setiap kata dengan berat sendiri dan vokal penuh, mempertahankan "are" dan "you" sebagai kata utuh. Sapaan diucapkan sebagai empat ketukan terpisah.
Alasan: Bahasa Indonesia memiliki ritme berbasis suku kata — setiap suku kata memiliki durasi dan kejelasan yang sama. Tidak ada reduksi drastis kata fungsi seperti dalam bahasa Inggris, dan tidak ada glide [w] spontan antara dua kata di batas vokal.
Perbaikan: Gabungkan "how" dan "are" dengan glide [w] lembut, reduksi "are" hampir menjadi [ɚ], dan "you" menjadi [jə]. Hanya dua tekanan: HOW dan DO(ing). Hasil: [ˈhaʊwɚjəˈduːɪŋ].