Penutur bahasa Indonesia
Kesalahan: Mengucapkan setiap kata dengan vokal penuh dan tekanan setara, tidak mereduksi "as a" dan "of" ke schwa.
Alasan: Bahasa Indonesia mempertahankan kualitas vokal terlepas dari tekanan dan tidak memiliki sistem reduksi kata fungsi seperti Inggris.
Perbaikan: Reduksi "as a" ke [əzə] cepat, "of" ke [ə], dan ubah t "matter" menjadi flap [ɾ]: [əzəˈmæɾɝəˈfækt]. Hanya "matter" dan "fact" mendapat tekanan penuh.